Langsung ke konten utama

KISAH NABI AYYUB AS

KISAH NABI AYYUB AS
Nabi Ayyub AS, adalah Nabi yang memiliki kesabaran yang luar biasa dalam menghadapi berbagai cobaan dan ujian. Bagaimanakah kisah Nabi Ayyub tersebut? Simaklah kisah berikut.
Nabi Ayyub AS dianugerahi Allah kenikmatan duniawi yang berlimpah. Ia memiliki kekayaan yang tidak ternilai besarnya, mengepalai keluarga yang besar dan rukun. Meski demikian, Nabi Ayyub AS tidak tamak akan kekayaan yang ia miliki dan tidak tegoyahkan imannya oleh kenikmatan dan kesenangan duniawi. Waktu siang dan malam ia senantiasa berada di dalam mihrabnya melakukan shalat,sujud dan tasyakur kepada Allah SWT atas segala pemberianNya. Mulutnya tidak pernah berhenti berdzikir menyebut asma Allah, bertasbih, bertahmid. Nabi Ayyub AS juga seorang yang penuh kasih saying terhadap sesama makhluk Allah yang lemah. Kepada yang kurang mampu ia selalu membantu, yang kelaparan ia beri makanan dan yang kurang pandai diajari, serta yang yang salah ia tegur.
Iblis yang tidak senang melihat hamba Allah yang saleh berusaha menggoda Nabi Ayyub AS agar berpaling dariNya. Iblis meminta izin kepada Allah SWT untuk menghancurkan kehidupan Nabi Ayyub AS. Maka dikumpulkanlah iblis-iblis dan stan-setan yang membantu. Kemudian, iblis dan tentaranya memusnahkan harta kekayaan Nabi Ayyub AS sehingga ia menjadi orang yang miskin. Iblis mencerai-beraikan keluarganya sehingga ia menjadi sebatang kara tidak berkeluarga.
Dengan berbagai cara, akhirnya berhasillah kawanan setan menghancurkan kekayaan Nabi Ayyub AS. Dimulai dengan hewan-hewan ternaknya yang bergelimpangan mati satu per satu sampi habis tak tersisa. Kemudian disusul lading-ladang dan kebun-kebun tanamannnya yang rusak menjadi kering. Lalu gedung-gedungnya yang terbakar habis dilalap api dan anak-anaknya yang meninggal dunia karena terkena reruntuhan gedung. Akhirnya, dalam waktu singkat Nabi Ayyub AS menjadi orang yang sangat miskin, ia tidak memiliki apapun selain hatinya yang beriman dan selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
Kemudian, iblis mendatangi Nabi Ayyub AS yang sudah dalam keadaan makin kekurangan. Iblis berusaha membujuk Nabi Ayyub agar berpaling dari Allah karena telah mengambil harta benda, anak-anak, sedangkan dirinya adalah orang yang taat beribadah. Mendengar kata-kata iblis, menangislah Nabi Ayyub AS tersedu-sedu dan berucap, “ALLAHlah yang memberi dan Dia pulalah yang mengambil kembali. Segala puji bagi-Nya, Tuhan Yang Maha Pemberi dan Maha Pencabut.”
Iblis merasa sangat marah, tetapi ia belum menyerah.  Iblis kembali meminta izin kepada Allah SWT untuk menguji Nabi Ayyub AS dengan penyakit kulit yang tidak dapat disembuhkan. Iblis lalu memerintahkan kepada anak buahnya agar menburkan bibit-bibit penyakit itu ke dalam tubuh Nabi Ayyub AS. Dalam waktu singkat, tubuh Nabi Ayyub AS menjadi kurus, pucat, dan kulitnya penuh dengan luka yang menjijikkan. Orang-orang disekitarnya tidak mau mendekat karena takut tertular dengan penyakitnya. Hanya istrinyalah yang tetap mendampinginya, merawatnya dengan penuh kesabaran dan rasa kasih saying, melayani segala keperluannya tanpa mengeluh dan tidak menunjukkan rasa kesal hati dari penyakit suaminya yang tak kunjung sembuh tersebut.
Dalam kondisi demikian, Nabi Ayyub AS tetap bersabar dan tidak meninggalkan ibadahnya sedikitpun. Nabi Ayyub AS tidak mengeluh, akan tetapi ia selalu menyebut nama Allah, memohon ampun dan perlindunganNya apabila ia merasa sakit. Iblis makin jengkel dan kesal melihat ketabahan hati Nabi Ayyub AS dalam menjalani berbagai ujiandan cobaan.  Akhirnya, iblis membujuk istri Nabi Ayyub AS yang selama ini setia kepadanya, untuk meninggalkannya. Setelah ditinggalkan oleh istrinya, Nabi Ayyub AS tinggal sendiri di rumah. Nabi Ayyub AS bermunajat kepada Allah dengan sepenuh hati memohon rahmat Allah dan kasih sayangNya. Nabi Ayyub AS berdo’a, “Wahai Tuhanku, aku telah diganggu oleh setan dengan kepayahan dan kesusahan serta siksaan dan Engkaulah wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.”
Allah menerima do’a Nabi Ayyub AS yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman serta berhasil memenangkan perjuangannya melawan hasutan dan bujukan iblis dan setan. Allah SWT berfirman kepadanya, “Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.”
Dengan izin Allah SWT, setelah dilaksanakan perintah itu, sembuhlah Nabi Ayyub  AS dari penyakitnya. Semua luka-luka di kulitnya menjadi kering dan segala rasa pedih hilang, seolah-olah tak pernah terasa olehnya. Bahkan, ia kelihatan lebih kuat dan segar daripada sebelum ia menderita penyakit. Istrinya pun sadar dan kembali mendampingi Nabi Ayyub AS dengan penuh kesetiaan. Demikianlah rahmat Allah dan karuniaNya kepada Nabi Ayyub AS yang telah berhasil melalui masa ujian yang sangat sulit dan berat.
(1)   Allah SWT selalu memberi bantuan dan kasih sayangNya kepada setiap hambaNya yang beriman;
(2)   Selalu bersabar dan berdo’a kepada Allah SWT ketika menghadapi ujian dan cobaan;
(3)   Memperkuat iman kita dari godaan dan bujukan setan.
Sekian kisah ini semoga bermanfaat bagi kita.
Sumber: Aqidah dan Akhlak untuk kelas 6 SD/MI (dengan sedikit pengubahan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaum Muhajirin

Perjuangan Kaum Muhajirin Siapakah kaum Muhajirin itu? Dan mengapa mereka sangat dikenal dalam dunia Islam? Mari kita baca kisah berikut. Kaum Muahjirin berarti orang-orang yang berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Namun, yang dimaksud di sini adalah orang-orang Mekkah yang telah memeluk Agama Islam kemudian hijrah (pindah) bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah. Kepindahan umat Islam tersebut terjadi karena mereka mendapat tekanan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka beriman kepada risalah Nabi Muhammad saw. Umat Islam Mekkah meninggalkan negeri dan harta benda mereka karena mengikuti Nabi Muhammad saw untuk hijrah ke Madinah. Mereka memulai hidup baru dan berjuang bersama Nabi Muhamad saw menegakkan agama Islam di tempat yang baru. Dalam sejarahnya, kaum muslimin pernah hijrah sebanyak dua kali. Hijrah yang pertama kali dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke Abbessinia atau Habsyi (sekarang Negara Ethiopia). Hal tersebut terjadi karena para pengikut Nabi Muhammad …