Kamis, 05 April 2012

Asmaul Husna (AL QAWIYY, AL HAKIIM, AL MUSAWWIR, AL QADIR)

ASMAUL HUSNA (AL QAWIYY, AL  HAKIIM, AL MUSAWWIR, AL QADIR)
1)    AL QAWIYY
Pernahkah kalian mendengar kisah raksasa Jalut? Jalut adalah seorang laki-laki raksasa yang kuat dan bertubuh besar. Tetapi, dengan mudah dia dapat dikalahkan oleh Daud yang kelak menjadi Nabi, yang saat itu masih belia.
Siapa yang memberi kekuatan kepada Daud? Siapa pula yang menciptakan si raksasa Jalut? Dialah Allah SWT yang memiliki sifat Al Qawiyy. Al Qawiyy artinya Yang Mahakuat. Mengandung artian bahwa Allah lah yang menganugerahkan kekuatan kepada kita semua dan makhluk lainnya dengan kadar yang berbeda-beda.
Kekuatan yang dimiliki manusia tidaklah kekal. Suatu saat Allah Swt akan mengambil kekuatan yang kita miliki. Misalnya, seiring bertambahnya usia semakin berkurang kekuatan yang kita miliki. Kekuatan seorang remaja berbeda dengan kekuatan orang yang sudah berusia lanjut. Oleh karena itu, kita patut bersyukur kepada Allah SWT atas salah satu nikmat yang diberikanNya ini. Maka dari itu, selagi kita memiliki kekuatan, kita harus menggunakannya dalam melakukan kebaikan dan membantu sesama, jangan menggunakan kekuatan yang kita miliki untuk melakukan perbuatan yang jahat.
Beberapa hikmah dari mengenal asmaul husna Al Qawiyy:
a.       Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah lah sumber kekuatan;
b.      Memperkuat iman dan taqwa kita kepada Allah SWT;
c.       Kita diperintahkan menjadi seorang mukmin yang kuat, tidak hanya kuat secara fisik tetapi kuat secara mental. Sehingga kita dapat menjaga keimanan kita kepada Allah SWT.
d.      Melatih kita untuk selalu memberi bantuan kepada orang yang lemah.
2)    AL HAKIIM
Jika kita perhatikan bentuk-bentuk yang ada pada makhluk-Nya, kita semua akan tahu bahwa semua makhluk itu diciptakan Allah SWT dengan pola yang sama. Misalnya, manusia kedua mata diletakkan di wajah, hidung diletakkan di antara kedua mata, dua tangan di kanan dan kiri, dan sebagainya.
Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT Al-Hakiim (Yang Maha-bijaksana). Allah SWT berfirman sebagai berikut yang artunya:
Dan Dialah Tuhan (Yang Maha Bijaksana) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui. (QS. Az Zukhruf ayat 84)
3)    AL MUSAWWIR
Jika kita memperhatikan makanan yang kita santap, makanan itu akan membentuk unsur pria pada tubuh ayah dan membentuk unsur wanita pada tubuh ibu. Mengapa hali tersebut dapat terjadi?
Orang yang beriman tentu memeprcayai bahwa semua itu terjadi karena ada yang membentuk. Siapakah yang membentuk? Yang membentuk semua itu adalah Allah SWT yang mempunyai sifat Al Musawwir yang berarti Maha Pembentuk Rupa Makhluk.
Tiada satupun manusia yang dapat membuat dan menandingi ciptaan Allah SWT yang begitu indah.
Misalnya saja sekedar menetukan warna kulit. Kita tidak boleh mengejek orang lain karena warna kulitnya berbeda dengan kita. Walaupun begitu, Allah SWT telah memberi kelebihan yang tidak dimiliki oleh  kita.
Di antara kehendak Allah SWT adalah menjadikan manusia berpasang-pasangan. Ada laki-laki, ada perempuan, tinggi, pendek, gemuk, kurus, dan lainnya. Allah SWT berfirman sebagai berikut yang artinya:
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sunnguh, yang paling mulia di anatara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh, Allah Mahamengetahui, Mahateliti.
4)      AL QADIR
Siapa yang menciptakan alam semesta yang begitu indah beserta isinya? Dialah Allah ta’ala. Allah adalah dzat yang menciptakan alam semesta sekaligus menguasainya karena Allah SWT memiliki sifat Al Qadir. Al Qadir artinya Yang Mahakuasa.
Allah SWT Mahakuasa atas seluruh alam semesta beserta semua makhluk di dalamnya. Allah SWT Mahakusa melimpahkan rahmat dan menjatuhkan hukuman bagi siapa saja yang dikehendakiNya. Tidak ada yang dapat menandingi kekuasaanNya.
Orang yang beriman tentu meyakini bahwa kekuasan yang dimilikanya adalah pemberian dari Allah SWT. Dengan demikian orang tersebut akan menggunakan kekuasaannya itu untuk mebantu kaum lemah dan tidak menggunakannya untuk memusuhi suatu kaum. Dan juga, orang beriman akan berfikir bahwa kekuasaannya tidak akan bertahan lama dan suatu saat akan diminta kembali.
Demkianlah sifat Al Qadir. Hanya kepada Allah lah kita memohon perlindungan dan keselamatan dunia-akhirat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar