Langsung ke konten utama

Ashabul Kahfi (Tujuh Pemuda yang Mempertahankan Iman)

KISAH ASHABUL KAHFI
TUJUH PEMUDA YANG MEMPERTAHANKAN IMAN
Ashabul Kahfi, itulah sebuah kisah tentang tujuh pemuda yang mempertahankan iman yang Allah SWT ceritakan dalam Al-Qur’an. Bagaimanakah kisah mereka mempertahankan iman?? Simak kisah berikut…
Pada sekitar abad ke-4 SM, di Negara Yunani diperintah oleh seorang raja yang bernama Dikyanus atau disebut juga Decius. Dikyanus adalah seorang raja yang dzalim dan sombong. Dia memerintahkan seluruh rakyat di negerinya untuk menyembahnya dirinya. Apabila ada yang membangkang hukumannya sangat berat. Karena takut dengan hukuman Dikyanus, hamper seluruh rakyat negeri itu melakukan apa yang diperintahkan. Akan tetapi ada beberapa orang yang menolak perintah Raja Dikyanus. Mereka adalah tujuh pemuda yang memiliki keimanan yang teguh dan kuat walaupun mereka diancam oleh Raja Dikyanus dengan siksa yang berat. Mereka tetap memegang teguh untuk menyembah Allah SWT.
Ketujuh pemuda itu dipanggil menghadap Raja Dikyanus, dengan tegas mereka berkata,”Tuhan kami adalah Allah yang menguasai langit dan bumi. Kami sekali-kali tidak menyeru tuhan selain Dia.”
Mendengar perkataan itu, Raja Dikyanus amat murka. Dia memerintahkan pasukannya untuk menangkap dan menghukum ketujuh pemuda tersebut. Untuk menyelamatkan diri, salah seorang di antara mereka mengusulkan agar bersembunyi di gua. Akhirnya mereka mencari gua yang dalamnya sangat luas. Selama dalam pengejaran itu, ketujuh pemuda disertai oleh seekor anjing.
Ketika masuk ke dalam gua, mereka berdo’a kepada Allah SWT,”Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami di sisi-Mu dan berilah petunjuk yang lurus kepada kami dalam menghadapi cobaan ini.”
Setelah selesai berdo’a, Allah menutup telinga mereka sehungga tidak dapat mendengar suara apapun dan membuat mereka tertidur. Ketujuh pemuda itu tidur didalam gua, sementara anjing mereka tidur dengan menjulurkan kedua lengannya di muka pintu gua.
Bertahun-tahun Allah membuat mereka tidur dan tidak terbangun dengan suara apapun. Keadaan mereka sungguh menakutkan. Jika ada yang melihatnya, tentulah dia akan melarikan diri karena takut. Setelah 309 tahun lamanya mereka tidur, Allah berkehendak membangunkan ketujuh pemuda itu. Ketika terbangun, salah seorang di antara mereka berkata,”Sudah berapa lamakah kita berada di sini?”
Salah seorang dari mereka menjawab,”Kita berada disini sehari atau setengah hari.”
Kemudian yang lain berkata,”Tuhan lebih mngetahui berapa lamanya kita berada disini.”
Setelah percakapan itu, salah seorang dari mereka diminta untuk pergi ke kota membeli makanan dengan membawa uang perak dan tidak menceritakan tentang perihal mereka kepada orang lain. Mereka takut kalau tempat persembunyiannya diketahui orang lain dan akan dilaporkan kepada Raja Dikyanus. Ketujuh pemuda itu tidak sadar kalau zaman sudah jauh berubah. Negara Yunani tidak lagi diperintah oleh Raja Dikyanus, akan tetapi diperintah oleh raja yang beriman, arif dan bijaksana.
Ketika hendak membayar makanan dengan uang perak, tertawalah orang-orang yang melihatnya. Mereka mengira bahwa mereka orang gila karena masih menyimpan uang bergambar Raja Dikyanus. Orang-orang itu memberitahukan bahwa zaman sudah berubah dan Raja Dikyanus sudah lama meninggal.



Akhirnya ketujuh pemuda hidup kembali di tengah-tengah masyarakat. Mereka menceritakan tentang keberadaan mereka di dalam gua. Ketujuh pemuda itu tidak mengira bahwa mereka tidur selama 309 tahun. Orang-orang yang mendengar kisah itu menjadi sadar bahwa hari kiamat pastilah terjadi. Allah SWT berkuasa membangkitkan ruh manusia yang telah mati selama beratus-ratus, bahkan ribuan tahun tanpa cacat sedikitpun.


Dari kisah ini kita dapat mengambil pelajaran berharga di antaranya adalah:
1)      Kekuasaan Allah untuk menghidupkan dan mematikan manusia berada di luar jangkauan pikiran manusia sendiri;
2)      Jika Allah telah berkehendak, tidak ada yang dapat mencegahnya;
3)      Senantiasa mempertahankan iman walaupun rintangan menghadang;
4)      Pertolongan Allah akan diberikan kepada hambaNya yang mempertahankan imannya;
5)      Sebagai bukti bahwa hari kiamat pasti terjadi dan Allah berkuasa menghidupkan ruh dan raga yang telah mati beratus-ratus tahun bahkan ribuan tahun tanpa cacat sedikitpun.
Demikianlah kisah ASHABUL KAHFI. Semoga dengan membaca kisah tersebut, kita dapat merenungi dan memperkuat iman kepada Allah SWT.
(sumber: AkidahdanAkhlakuntukkelas 6 SD/MI)
(dengan pengubahan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaum Muhajirin

Perjuangan Kaum Muhajirin Siapakah kaum Muhajirin itu? Dan mengapa mereka sangat dikenal dalam dunia Islam? Mari kita baca kisah berikut. Kaum Muahjirin berarti orang-orang yang berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Namun, yang dimaksud di sini adalah orang-orang Mekkah yang telah memeluk Agama Islam kemudian hijrah (pindah) bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah. Kepindahan umat Islam tersebut terjadi karena mereka mendapat tekanan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka beriman kepada risalah Nabi Muhammad saw. Umat Islam Mekkah meninggalkan negeri dan harta benda mereka karena mengikuti Nabi Muhammad saw untuk hijrah ke Madinah. Mereka memulai hidup baru dan berjuang bersama Nabi Muhamad saw menegakkan agama Islam di tempat yang baru. Dalam sejarahnya, kaum muslimin pernah hijrah sebanyak dua kali. Hijrah yang pertama kali dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke Abbessinia atau Habsyi (sekarang Negara Ethiopia). Hal tersebut terjadi karena para pengikut Nabi Muhammad …