Langsung ke konten utama

4 ULAMA KELAPARAN SAAT MEMBURU ILMU

4 ULAMA KELAPARAN SAAT MEMBURU ILMU
Abul ‘Abbas Al-Bakri menceritakan, “Antara Muhammad bin Jarir (Imam Thabari), Muhammad bin Ishaq (Imam Ibnu Khuzaimah), Muhammad bin Nashr Al-Mawarzi, dan Muhammad bin Harun Ar-Ruyani pernah mengadakan perjalanan bersama di Mesir dalam rangkan mencari hadits.
Saat itu mereka benar-benar dalam kehabisan bekal, tidak tersisa sedkitpun rizki yang dapat dimakan, sehingga kelaparan dahsyat pun menimpa mereka. Maka suatu malam mereka berkumpul di tempat penginapan yang di dalamnya mereka mendahsyatkan penulisan hadits yang telah mereka dengar pada siang harinya. Mereka mengadakan undian. Siapapun yang namanya keluar, maka dialah yang akan mencarikan makanan untuk teman-temannya. Undianpun jatuh pada Imam Ibnu Khuzaimah.
Sebelum keluar, beliau berkata kepada teman-temannya, “Berikanlah waktu kepadaku, hingga aku berwudhu lalu shalat istikharah.” Beliaupun segera shalat. Tiba-tiba mereka melihat cahaya, lalu petugas dari gubernur Mesir mengetuk pintu. Mereka membukakan pintu. Petugas itu turun dari kendaraanya dan bertanya, “Adakah di antara kalian Muhammad bin Nashr?” maka dijawab, “Ini dia orangnya.” Lalu petugas itu mengeluarkan kantung berisi 50 dinar dan menerahkannya kepada Al-Marwazi.
Lalu petugas bertanya kembali, “Adakah di antara kalian Muhammad bin Jarir?” dijawab pula, “Ini dia orangnya.” Petugas itu melakukan hal yang sama kepada Imam Ibnu Khuzaimah.
Petugas itu bertanya lagi untuk terakhir kalinya, “Adakah di antara kalian Muhammad bin Harun?” dijawab pula, “Ini dia orangnya.” Petugas itu melakukan hal yang sama kepada beliau. Jumlah ang dalam keempat kantung tersebut sama 50 dinar. Ada apa gerangan?
Ternyata gubernur Mesir bermimpi melihat seorang penunggang kuda yang melaporkan kepadanya, “Sesungguhnya orang-orang yang mulia telah melipat pinggang mereka karena lapar yang dahsyat.”
“Karena itulah beliau mengutusku unutk memberikan kantung-kantung ini untuk kalian, bahkan beliau bersumpah kepada kalian: jika uang ini habis untuk bekal menuntut ilmu, maka beritahukanlah kepadaku.” Demikan tutur petugas tadi. Subhanallah, innallaha la ma’al muhsinin.
(Sumber: “Mereka berkelana Memburu Ilmu Hadits”---PWM “Syaikh al-Albani” Surakarta)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaum Muhajirin

Perjuangan Kaum Muhajirin Siapakah kaum Muhajirin itu? Dan mengapa mereka sangat dikenal dalam dunia Islam? Mari kita baca kisah berikut. Kaum Muahjirin berarti orang-orang yang berpindah dari suatu tempat ke tempat lain. Namun, yang dimaksud di sini adalah orang-orang Mekkah yang telah memeluk Agama Islam kemudian hijrah (pindah) bersama Nabi Muhammad saw ke Madinah. Kepindahan umat Islam tersebut terjadi karena mereka mendapat tekanan dan siksaan dari kaum kafir Quraisy setelah mereka beriman kepada risalah Nabi Muhammad saw. Umat Islam Mekkah meninggalkan negeri dan harta benda mereka karena mengikuti Nabi Muhammad saw untuk hijrah ke Madinah. Mereka memulai hidup baru dan berjuang bersama Nabi Muhamad saw menegakkan agama Islam di tempat yang baru. Dalam sejarahnya, kaum muslimin pernah hijrah sebanyak dua kali. Hijrah yang pertama kali dilakukan oleh umat Islam adalah hijrah ke Abbessinia atau Habsyi (sekarang Negara Ethiopia). Hal tersebut terjadi karena para pengikut Nabi Muhammad …